ORANG TERPAKSA MELAKUKAN HARAM KARENA TEKANAN KELUARGA

Ini tampilan Reels Instagram dari akun *sunan_2.0* yang menampilkan halaman kitab *Ihya' Ulumuddin* (karya Imam Al-Ghazali) dengan teks Arab.


Teks yang digarisbawahi/disorot itu hadits:
> *"يأتي على الناس زمان يكون هلاك الرجل على يد زوجته وأبويه وولده، يُعيّرونه بالفقر ويكلّفونه ما لا يطيق..."*

Artinya kurang lebih:  
_"Akan datang suatu zaman pada manusia, di mana kebinasaan seseorang disebabkan oleh istrinya, kedua orang tuanya, dan anaknya. Mereka mencelanya karena kemiskinan dan membebaninya dengan sesuatu yang tidak mampu ia pikul..."_

Caption-nya "ouhh manusia berisik.." — kayak lagi relate sama isi haditsnya ya 😅

Mau aku jelasin isi teksnya lebih lengkap, atau kamu kirim ini karena ada kosa kata Arab yang mau ditanyain?Oke, ini terjemahan lengkap dari paragraf yang disorot di gambar (dari kitab Ihya' Ulumuddin, bab tentang fitnah harta/keluarga):

*Teks Arab:*
> يأتي على الناس زمان يكون هلاك الرجل على يد زوجته وأبويه وولده، يُعيّرونه بالفقر ويكلّفونه ما لا يطيق، فيدخل المداخل التي يذهب فيها دينه فيهلك

*Terjemahan:*
> "Akan datang suatu zaman pada manusia, dimana kebinasaan seorang laki-laki terjadi karena (tuntutan) istrinya, kedua orang tuanya, dan anaknya. Mereka mencelanya karena kemiskinan dan membebaninya dengan sesuatu yang tidak mampu ia lakukan, sehingga ia pun menempuh jalan-jalan (haram) yang menghilangkan agamanya, lalu binasalah ia."

*Penjelasan simpelnya:*
Hadits ini memperingatkan tentang zaman di mana tekanan dari keluarga terdekat (istri, orang tua, anak) bisa membuat seseorang terpaksa melakukan hal yang haram — misalnya korupsi, riba, menipu — hanya karena malu disebut miskin dan dipaksa memenuhi gaya hidup yang di luar kemampuannya. Akhirnya, agamanya rusak.

Makanya caption "ouhh manusia berisik.." pas banget, ya — kadang yang bikin capek itu omongan orang terdekat sendiri.

Mau lanjut bahas kosakata Arab di teks ini, atau sudah cukup?Siap! Kita bedah kosakata penting dari teks itu ya (aku tulis Arab - cara baca - arti):

*Kata kerja:*
- *يأتي* (ya'tī) = akan datang  
- *يكون* (yakūnu) = terjadi/adalah  
- *يُعيّرونه* (yu'ayyirūnahu) = mereka mencelanya/menghinanya  
- *يكلّفونه* (yukallifūnahu) = mereka membebaninya  
- *يطيق* (yuṭīqu) = mampu/sanggup  
- *يدخل* (yadkhulu) = ia masuk/menempuh  
- *يذهب* (yadhhabu) = hilang/pergi  
- *يهلك* (yahluku) = binasa/celaka

*Kata benda:*
- *الناس* (an-nās) = manusia  
- *زمان* (zamān) = zaman/masa  
- *هلاك* (halāk) = kebinasaan/kehancuran  
- *الرجل* (ar-rajul) = laki-laki  
- *يد* (yad) = tangan (di sini: "karena/perbuatan")  
- *زوجته* (zawjatihi) = istrinya  
- *أبويه* (abawāihi) = kedua orang tuanya  
- *ولده* (waladihi) = anaknya  
- *الفقر* (al-faqr) = kemiskinan  
- *المداخل* (al-madākhil) = jalan-jalan (cara, pintu masuk)  
- *دينه* (dīnihi) = agamanya

*Pola menarik:*
- Akhiran *ـه* (-hu/-hi) = "nya" (dia laki-laki) → _zawjatihi_ = istri-*nya*, _dīnihi_ = agama-*nya*  
  (mirip seperti "his" yang tadi kita pelajari!)

Mau latihan bikin kalimat pakai salah satu kata di atas, atau cukup sampai sini?Nah ini penting banget ditanyain — *status hadits ini LEMAH (dha'if), bahkan sebagian ulama menyebutnya "tidak ada asal usulnya" dengan lafadz ini.*

Rinciannya:

*1. Sumbernya dari Ihya' Ulumuddin*
Imam Al-Ghazali mencantumkan hadits ini dalam Ihya', tapi beliau tidak menyebutkan sanadnya. 

*2. Penilaian ulama hadits:*
- Al-'Iraqi (yang mentakhrij hadits-hadits Ihya') men-dha'if-kan riwayat ini
- Ibnu Taimiyah berkata: _"Lafadz ini tidak dikenal"_
- As-Sakhawi menyebutnya _"wāhī"_ (lemah sekali)
- Syaikh Al-Albani menghukuminya *munkar* (ditolak)
- Situs Diwan Hadits menyimpulkan: *"لا أصل له"* (tidak ada asalnya dengan lafadz ini) 

*3. Ada riwayat mirip tapi juga lemah*
Imam Khatthabi dan Baihaqi meriwayatkan makna yang serupa dari Ibnu Mas'ud dan Abu Hurairah, tapi Al-'Iraqi menilai kedua jalur itu _dha'if_. 

*Kesimpulan:*
Hadits ini *tidak bisa dijadikan hujjah* (dalil yang kuat), tapi _maknanya_ dianggap benar oleh para ulama — karena fenomena "orang terpaksa melakukan haram karena tekanan keluarga" memang terjadi, dan ada hadits shahih lain yang bicara tentang fitnah harta/keluarga di akhir zaman. 

Jadi boleh diambil sebagai _peringatan/nasihat_, tapi jangan dinisbatkan ke Nabi ﷺ sebagai hadits shahih.

Mau aku tunjukin hadits shahih lain yang temanya mirip?Ada beberapa hadits *shahih* yang maknanya mirip (peringatan tentang fitnah harta/keluarga di akhir zaman):

*1. Orang tidak peduli halal-haram* (HR. Bukhari 2083)
> لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ
> _"Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram."_ 

*2. Fitnah umat ini adalah harta* (HR. Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani)
> إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةٌ وَفِتْنَةُ أُمَّتِيْ الْمَالُ
> _"Sesungguhnya setiap umat ada fitnahnya, dan fitnah umatku adalah harta."_ 

*3. Harta dan anak adalah cobaan* (QS. Al-Anfal: 28, dikuatkan hadits)
> وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ
> _"Ketahuilah bahwa harta-harta kalian dan anak-anak kalian itu hanyalah cobaan."_ 

*4. Zaman semakin buruk* (HR. Bukhari 7068)
> لَا يَأْتِي زَمَانٌ إِلَّا وَالَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ
> _"Tidak akan datang suatu zaman kecuali yang setelahnya lebih buruk darinya."_ 

Jadi intinya: peringatan tentang tekanan harta/keluarga itu _benar adanya_, cuma lafadz spesifik "binasa karena istri/anak" yang tadi itu tidak shahih sanadnya.
Kalau kamu share yang 4 hadits shahih di atas, itu aman banget secara dalil.

Komentar

Postingan Terpopuler

Minuman Sakanjabin ‎(سكنجبين) & ‏Makanan Kasykab ‎(كشكاب) ‏Khas ‎Persia

Keyakinan Dan Kuatnya Kemauan Adalah Jalan Menuju Sukses - diTerjemahkan Oleh: Abdussalam Masykur, Lc. MA

الدعوة باللسان والدعوة بالحال أو بالقدرة ‏

Komplek Tanpa Pompa Angin

Masa-Masa Kepemimpinan Islam

BEDAH KITAB ADABUL ALIM WAL MUTA'ALLIM

DAUD ATH-THA'I

KELUAR TANPA PAMIT

PIAGAM TEBUIRENG

KH. Nawawi Sang Kyai Khos Yang Dihormati Gus Sholah